KOPERASI INDONESIA, dulu dan sekarang…
PERIODE SEBELUM KEMERDEKAAN
Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu, yang pernah berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal “Revolusi Industri” di Eropa pada akhir abad 18 dan selama abad 19, sering disebut sebagai Koperasi Historis atau Koperasi Pra-Industri. Koperasi Modern didirikan pada akhir abad 18, terutama sebagai jawaban atas masalah-masalah sosial yang timbul selama tahap awal Revolusi Industri.
DEFINISI KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:
- Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;
- Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.
MENGIDENTIFIKASI DAN MENGEVALUASI PELUANG PASAR
Adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi oleh setiap organisasi dimana mereka hidup di bawah tekanan perubahan. Perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan telah berimplikasi pada semakin beraneka ragamnya kebutuhan dan tuntutan hidup setiap individu. Setiap organisasi hidup di bawah pengaruh perkembangan budaya yang dicapai oleh masyarakat di sekitarnya serta faktor-faktor eksternal lainnya; seperti kondisi ekonomi, situasi politik, keyakinan dan nilai serta norma yang dianut masyarakat. Keadaan yang terjadi di luar organisasi tersebut ada yang bisa dikendalikan oleh perusahaan dan ada juga bahkan pada umumnya merupakan keadaan atau faktor yang tidak bisa dikendalikan.
HEMAT ENERGI DI DAPUR
Banyak yang belum tahu bahwa 50 persen dari seluruh energi di sekitar kita digunakan untuk memasak. Dengan bersikap bijak di dapur, para ibu rumah tangga dapat berperan banyak dalam upaya penghematan energi. Apa saja yang bisa dilakukan?
- Sebelum menyalakan kompor, siapkan lebih dulu apa saja yang akan dimasak.
- Selama memasak air, tutuplah panci rapat-rapat. Ini akan membantu mencegah keluarnya panas serta mempercepat proses mendidihnya air.
- Kecilkan api ketika air di dalam masakan mulai mendidih. Cara ini akan menghemat bahan bakar sekitar 40 persen.
- Jika menggunakan kompor gas, gunakan nyala api yang kecil.
- Gunakan panci aluminium ketimbang panci stainless steel. Dengan panci aluminium, makanan akan lebih cepat matang, yang berarti lebih menghemat bahan bakar.
- Matikan kompor beberapa saat sebelum selesai memasak. Biarkan panci tertutup rapat.
- Pelihara dan rawat peralatan masak Anda dengan baik agar dapat bekerja sesuai fungsinya dengan optimal.
- Biasakan makan bersama seluruh keluarga. Selain lebih mendekatkan antar-anggota keluarga, cara ini juga lebih menghemat bahan bakar, karena tak perlu sering-sering menghangatkan makanan
Semoga bermanfaat..
“DEWA”
Oleh: Rhenald Kasali
Kita pernah memiliki Soekarno dan Hatta, pemimpin sekaligus pejuang yang lahir dari ujian sejarah: dipenjara, dibuang, lalu dipuja. Tapi, seperti juga pemimpin-pemimpin bangsa ini setelah mereka berdua, keduanya bukanlah tanpa kesalahan. Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati, semuanya lebih banyak dikenal karena kekurangan-kekurangannya, ketimbang kehebatan-kehebatannya. Kata Stephen Covey, manusia di era perang lebih mengedepankan character ethic (seperti kesederhanaan, kejujuran, kerja keras, pengorbanan, kerendahatian). Sedangkan pasca perang, manusia lebih mengedepankan personality ethic (seperti polesan-polesan dalam penampakan publik yang bisa kita lihat dalam iklan atau infotainment).
Corporate Social Marketing
Oleh: Rhenald Kasali
“Kala kita bodoh, kita ingin menguasai pasar dan seluruh dunia. Kala kita bijak, kita ingin menguasai diri sendiri.” Kalimat di atas harusnya ada di halaman depan buku-buku pengantar pemasaran yang menjadi acuan para pemasar sejati. Mengapa demikian? Mengapa penting? Sederhana saja, setelah itu biasanya buku-buku tersebut langsung mengajarkan bagaimana caranya menaklukkan pasar (baca: orang lain). Kita lupa bahwa inti dari pemasaran sebenarnya adalah menaklukkan diri sendiri, berdamai dengan batin, untuk menciptakan kesejahteraan. Banyak orang lupa bahwa musuh mereka sebenarnya tidak ada di mana-mana, melainkan ada di dalam bisnis mereka sendiri.
BOSS
Oleh: Rhenald Kasali
Seorang bos bukanlah seorang pemimpin dan tentu saja paling tidak enak bila seorang teman, apalagi bawahan, dengan beraninya memanggil diri kita sebagai “bos”. Tak semua orang senang dengan sapaan itu. Bagi sebagian orang, sapaan itu mungkin ditujukan untuk menunjukkan kepatuhan, rasa tunduk sekaligus sebagai tanda kedekatan, tetapi bagi sebagian orang, kata “bos” bisa terkesan sinikal, atau digambarkan sebagai orang yang sok kuasa.